11.33
Rancasan III
Saat tiba ditempat yang dituju terjadi perang mulut diantara kakak beradik tersebut, dan akhirnya terjadilah perangtanding yang mengakibatkan tempat tersebut rusak berat. Setelah bertarung beberapa lama terlihat kesaktian Sanghyang Rancasan lebih tinggi dari Sanghyang Antaga dan Sanghyang Manikmaya. Kesaktiannya hanya bisa diimbangi oleh Sanghyang Ismaya.Sebenarnya Sanghyang Ismaya tidak ingin mencelakai kakaknya tersebut, hanya ingin melumpuhkannya untuk seterusnya dibawa ke Kahyangan untuk dipinta pertanggungjawaban mengenai kerajaan jajadianya tersebut.Namun Ketika sedang terjadi pertarungan antara Sanghyang Ismaya dengan Sanghyang Rancasan yang ditonton oleh kedua adiknya.Sanghyang Manikmaya tidak sabar dan berbisik kepada Sanghyang Antaga untuk membatu Sanghyang Ismaya.
Saat itu Sanghyang Ismaya sedang menarik tangan kanan Sangyang Rancasan, setelah mendapat bisikan dari Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Antaga melompat dan menyambar tangan kiri Sanghyang Rancasan. Sanghyang Ismaya kaget bukan kepalang melihat hal tersebut, tetapi terlambat Sanghyang Antaga sudah menarik tangan kiri Sanghyang Rancasan dengan sangat kencang. Tarikan yang disertai dengan ilmu yang dimilikinya menyebabkan tubuh Sanghyang Rancasan terbelah menjadi dua, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Sanghyang Rancasan berujar akan selalu memburu Sanghyang Ismaya, Antaga dan Manikmaya kemanapun sampai kapanpun.
-TAMAT-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar