11.28

Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La

Adapun makna yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Ha, Hurip                                =  hidup (huruf pertama merupakan huruf hidup)
Na, Legeno                    =  telanjang bulat tidak membawa apa-apa
Ca, Cipta                       =  pemikiran, ide ataupun kreatifitas
Ra, Rasa                       =  perasaan, qalbu,  suara hati atau hati nurani
Ka, Karya                      =  bekerja atau pekerjaan.

  1. Ha-Na-Ca-Ra-Ka, bahwa saat pertama kali manusia itu dilahirkan kedunia ini, kita semua dalam keadaan telanjang bulat dan tidak membawa apa. Oleh karena itu, bekerjalah dengan mengerahkan segenap pikiran, ide ataupun kreatifitas dan perasaaan yang kita miliki.
  2. Masyarakat Jawa sangat percaya bahwa “rasa” ataupun suara hati nurani ataupun suara qolbu adalah merupakan suara ataupun petunjuk yang datang dari Tuhan YME. Karena itu rasa tidak pernah salah, dan karena itu pula segala pengambilan keputusan ataupun segala tindakan harus berdasar “rasa”.
  3. Bila menghadapi suatu masalah, masyarakat Jawa akan menggunakan pikiran, ide ataupun kreatifitas dan emosinya terlebih dahulu, dan kemudian ditanyakan kepada “rasa”, apakah bertentangan atau tidak. Bila tidak, maka hasil pemikiran tersebut akan dilaksanakan dan bila bertentangan akan ditolak. Pola semacam ini juga bisa dikatakan sebagai proses perencanaan, evaluasi dan pelaksanaan dalam pengambilan keputusan
4.       Dari sisi lain, konsep Ha-Na-Ca-Ra-Ka juga mangajarkan agar manusia itu bekerja dengan cerdas (cipta), bekerja dengan ikhlas (Rasa) dan bekerja dengan sekuat tenaga (Karya)


Da, Dodo                       = dada
Ta, Toto                        = atur
Sa, Saka                       = Tiang belandar, tiang penyangga
Wa, Weruh                    = Melihat (huruf ini tidak konsisten dengan singkatan) 
La, lakuning Urip            = Makna kehidupan.