09.59

Pépéndé Haté


Layung beureum mulas éndah langit Tasik
Kuring anjog diparapatan ba'da maghrib
Hujan ngaririncik....

Emphmmm....
Geuning amprok ogé
Dedeg simpé rupa hadé
Pépéndé haté...

Asa ka gunturan madu
Ka urugan menyan putih
Payusna kuring di aku
Someah basa adab ajrih

Pépéndé haté..
Imutna, teuteupna, seurina, ogona
Matak kabita
caang bulan jeung sréngéngé
Jimat parépéh..

Pépéndé haté..
Deudeuhna, nyaahna, bogohna, geugeutna
Matak nyugema
Gilang gumilang nyacas ebréh
Jimat parépéh..

Pépéndé haté..Jimat parépéh..
Seug dijaga dipuja-puja
Seug dijagi dipusti-pusti
Dipapaés malar pantes
Sinebarna sari-sari

Pépéndé haté..Jimat parépéh..
I Love U, Ai Shiteru, Ana Uhibbu
Wo Ai Ni, Ich Liebe Dich, Te Quiero, Je T'aime

Pépéndé haté..
Anjeun Pépéndé haté..
09.47

Répéh

Kalayan nyebut asma ALLAH anu Maha Welas Tur Maha Asih...
Muntangkeun Haté mantengkeun akal ka Gusti Anu kagungan abdi-abdi
Nyuhun agung sewu cukup lumur jembar pangampura anu di teda

Nurcahya ....
Sekar ning gilang gumilang.
Gilang gumilang narawangan.
Narawangan alam semar-samaran.
Samar wayang Samar wayang.

Abdi ...
Kaulaning Gusti.
Kersaning Nu Maha Agung.
Bau na lisung.
Batu na satangtung

Molongpong jalan ka gedong.
Molongpong jalan ka gedong.
12.20

QUESTION!!!

Pertanyakan Padaku perihal tentang Tuhan
Tuhanku itu bernama ALLAH
"Siapa ALLAH itu?"
ALLAH itu sebuah Nama
ALLAH Yang MeMiliki Aku, kamu, kita semua
ALLAH Yang MenguSai LamGit Bumi, SemesTa dan seisinya.

"Lalu dimana AdaNya ALLAH??"
JanGan BerTaNya TeNtang Ada dan Tiada!
Sebab Ada dAn tiAda masih KepUnyaan-NYa
ALLAH adalah ALLAH....
kareNA Tak adA Yang Bisa MenbandinGI-Nya SesuatU ApaPun.
Baik yang Ada maupuN Yang tiAda.

"LaLu BagaiMana Kita MeYAkini ALLAH Jika tidak terjamaH PIkiran?"
JaNgan MemiKirKan tentAnG jadi-NYa, taPi PikirKanLAh Apa Yang TElah DIa JadiaKAn.

"Lalu Apa YanG teLAh ALLAH JadikaN?'"
JangaN MeNunjuk Yang Jauh, dan JangaN Mengejar Yang RenGGang,
Tapi TunjUkklah diRi SendIri. KejaRlah aPa Yang ada di Badan.
Dekati dan selami,BukTinYa darI UjUng KepaLa saMpai UjuNg KakI.
Mata dengan PenGlihatannya
TeLinGA dengan PendeNGarannya
Lidah dengan pengecapnya
HidunG denagan Penciumannya
Kulit deNgan raSanya
Badan dengaN GEraknya
Kaki dengan langkaHnya
Tangan dengan KepaLnya

Apa yang Kau Ragu Atas ini...?
Mana Yang Kan KaliaN pUNGkiri..?

"Lalu mengapa ALLAH MEnjadikan Itu semUA?"
Agar senantiasa tunduk Patuh dan Mengabdi KepadaNYa
BersujUd, BersYukur, BerFikir,dan MenJaga aPa yang TElaH di-amanatKAn KepAda MereKA..
12.13

Here I Am


Here I Am

Here I am in the secret place
So much hurt i hold the emptiness
with no body i feel so lonely
Deep in my heart i reach so hard
Far in my yard i can't find my card
There no one standing for me
just the dark common the fury

Now what am i waiting for?
if there no hope,no strengh no more
So what should i do?
If I can not proof the true
Where is the clue?
Set me out from this blue

Here i am in the faded line
So cruel I can't read the sign
I can't say that i am certainly fine
Coz the truth made me blow and blind
I am now on my self
Coz there no body turn to help

So whatever will be
I knew it just fantasy
I am lost without any friend
just to say i am enough to mend
Take my hand clear through the rain
I am blinking as i can
But the fact is nothing to send

Here i am in the blurry day
So cold, freezing and melt away
Tell me how to get the will
That you were know i was being ill
I do i wanna take those trace
But their ink across my face
Time to time i can't embrace

And tell me why?
I can't reach the sky
I was hesisate to fly
Is there anyway to told?
So this new life i will unfold
Tell me now where is the path?
Lead me, and take me free in sight

Here i am
Again and again..
are You can tell?
11.35

Rancasan II

.....
Rancasan ingin membuat tandingan dari sawarga maniloka, dikarenakan buruk sangka terhadap orang tuanya,yakni Sanghyang Tunggal yang di anggap tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang terhadap anak-anaknya,terutama kepada Manikmaya.

Setelah dia menciptakan alam tandingan dari sawarga maniloka bahkan lebih indah, Manikmaya diutus oleh ayahnya untuk menanyakan perihal penciptaan alam baru tersebut dan bertemu menghadap ayahnya, namun Rancasan enggan memberikan alasannya dan enggan pula bertemu dengan Sang Ayah.Sanghyang Manikmaya disuruh pulang ke Maniloka dan jangan menghiraukannya lagi.

Manikmaya bingung mendengar keputusan Rancasan, disisi lain dia mendapat Titah untuk membawa Rancasan mengahadap kehadapan Sang ayah. mau tidak mau dia harus memaksa Rancasan dengan cara apapun, namun Manikmaya merasa tidak akan menang jika harus perang tanding dengan sang kakak, Dalam perjalanan pulang Sanghyang Manikmaya berfikir bila Sanghyang Rancasan dibiarkan mendirikan kerajaan tersebut, sudah barangtentu akan menjadi saingannya dimasa yang akan datang, jika dirinya menjadi raja di Kahyangan meneruskan tahta ayahandanya.

Untuk menghadapi Sanghyang Rancasan sudah jelas tidak akan sanggup, akhirnya dia menemui dua kakaknya yang lain yaitu Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Antaga. Kepada keduanya Sanghyang Manikmaya mengatakan bahwa Sanghyang Rancasan sudah membuat kerajaan baru yang sangat mirip dengan Kahyangan, dan akan menggangu kedaulatan yang Kahyangan. Awalnya Sanghyang Ismaya kurang sependapat dan ingin menanyakannya langsung kepada Sanghyang Rancasan, hanya saja Sanghyang Manikamay terus-menrus mengatakan bahwa sudah tidak mungkin untuk berdialog lagi dengan Sanghyang Rancasan, apalagi setelah Sanghyang Antaga terpengaruh maksud tersebut diurungkan dan mereka bertiga langsung menuju ke tempat Sanghyang Rancasan.


bersambung....
11.33

Rancasan III


Saat tiba ditempat yang dituju terjadi perang mulut diantara kakak beradik tersebut, dan akhirnya terjadilah perangtanding yang mengakibatkan tempat tersebut rusak berat. Setelah bertarung beberapa lama terlihat kesaktian Sanghyang Rancasan lebih tinggi dari Sanghyang Antaga dan Sanghyang Manikmaya. Kesaktiannya hanya bisa diimbangi oleh Sanghyang Ismaya.Sebenarnya Sanghyang Ismaya tidak ingin mencelakai kakaknya tersebut, hanya ingin melumpuhkannya untuk seterusnya dibawa ke Kahyangan untuk dipinta pertanggungjawaban mengenai kerajaan jajadianya tersebut.Namun Ketika sedang terjadi pertarungan antara Sanghyang Ismaya dengan Sanghyang Rancasan yang ditonton oleh kedua adiknya.Sanghyang Manikmaya tidak sabar dan berbisik kepada Sanghyang Antaga untuk membatu Sanghyang Ismaya.

Saat itu Sanghyang Ismaya sedang menarik tangan kanan Sangyang Rancasan, setelah mendapat bisikan dari Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Antaga melompat dan menyambar tangan kiri Sanghyang Rancasan. Sanghyang Ismaya kaget bukan kepalang melihat hal tersebut, tetapi terlambat Sanghyang Antaga sudah menarik tangan kiri Sanghyang Rancasan dengan sangat kencang. Tarikan yang disertai dengan ilmu yang dimilikinya menyebabkan tubuh Sanghyang Rancasan terbelah menjadi dua, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Sanghyang Rancasan berujar akan selalu memburu Sanghyang Ismaya, Antaga dan Manikmaya kemanapun sampai kapanpun.





-TAMAT-