.....
Rancasan ingin membuat tandingan dari sawarga maniloka, dikarenakan buruk sangka terhadap orang tuanya,yakni Sanghyang Tunggal yang di anggap tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang terhadap anak-anaknya,terutama kepada Manikmaya.
Setelah dia menciptakan alam tandingan dari sawarga maniloka bahkan lebih indah, Manikmaya diutus oleh ayahnya untuk menanyakan perihal penciptaan alam baru tersebut dan bertemu menghadap ayahnya, namun Rancasan enggan memberikan alasannya dan enggan pula bertemu dengan Sang Ayah.Sanghyang Manikmaya disuruh pulang ke Maniloka dan jangan menghiraukannya lagi.
Manikmaya bingung mendengar keputusan Rancasan, disisi lain dia mendapat Titah untuk membawa Rancasan mengahadap kehadapan Sang ayah. mau tidak mau dia harus memaksa Rancasan dengan cara apapun, namun Manikmaya merasa tidak akan menang jika harus perang tanding dengan sang kakak, Dalam perjalanan pulang Sanghyang Manikmaya berfikir bila Sanghyang Rancasan dibiarkan mendirikan kerajaan tersebut, sudah barangtentu akan menjadi saingannya dimasa yang akan datang, jika dirinya menjadi raja di Kahyangan meneruskan tahta ayahandanya.
Untuk menghadapi Sanghyang Rancasan sudah jelas tidak akan sanggup, akhirnya dia menemui dua kakaknya yang lain yaitu Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Antaga. Kepada keduanya Sanghyang Manikmaya mengatakan bahwa Sanghyang Rancasan sudah membuat kerajaan baru yang sangat mirip dengan Kahyangan, dan akan menggangu kedaulatan yang Kahyangan. Awalnya Sanghyang Ismaya kurang sependapat dan ingin menanyakannya langsung kepada Sanghyang Rancasan, hanya saja Sanghyang Manikamay terus-menrus mengatakan bahwa sudah tidak mungkin untuk berdialog lagi dengan Sanghyang Rancasan, apalagi setelah Sanghyang Antaga terpengaruh maksud tersebut diurungkan dan mereka bertiga langsung menuju ke tempat Sanghyang Rancasan.
bersambung....
11.35
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar