Kalayan nyebat asma ALLAH anu MAHA WELAS tur MAHA ASIH!!
Muntangkeun akal,manteungkeun hate ka ANJEUN.
GUSTI anu kagungan ABDI ABDI sadaya.
Sumegruk abdi,menta kalan menti.
Neda agung sewu kucukup,jembar pangampura.
MUga-muga ANJEUN nguping kana ieu PAMENTA.
REP SIDAKEP CINDUKU TUNGGUL MATENI BABAHAN CATUR TRIA
Abdy menta dina sagala perkara..
DIna baseuhna letah ku istigfar..
Neda Hapunteun sadaya lampah anu sasar..
DIna Baseuhna raray ku abdas..
Payusna hate teu weuleh nyacas..
Ucapna,lampahna,tekad,jeung kalakuan
NURCAHYA SEKAR NING GILANG GUMILANG NARAWANGAN..
NYUMPUT BUNI DINU CAANG,NEGRAK BARIJEUNG TEU KATINGGAL..
Elingna,rukuna,sujudna,
Muga napak dina dulangna.
muga nekuk dina bedugna.
SABDA UNINGA.INGKANG ASIH AJA KATARA
17.14
09.59
Pépéndé Haté
Layung beureum mulas éndah langit Tasik
Kuring anjog diparapatan ba'da maghrib
Hujan ngaririncik....
Emphmmm....
Geuning amprok ogé
Dedeg simpé rupa hadé
Pépéndé haté...
Asa ka gunturan madu
Ka urugan menyan putih
Payusna kuring di aku
Someah basa adab ajrih
Pépéndé haté..
Imutna, teuteupna, seurina, ogona
Matak kabita
caang bulan jeung sréngéngé
Jimat parépéh..
Pépéndé haté..
Deudeuhna, nyaahna, bogohna, geugeutna
Matak nyugema
Gilang gumilang nyacas ebréh
Jimat parépéh..
Pépéndé haté..Jimat parépéh..
Seug dijaga dipuja-puja
Seug dijagi dipusti-pusti
Dipapaés malar pantes
Sinebarna sari-sari
Pépéndé haté..Jimat parépéh..
I Love U, Ai Shiteru, Ana Uhibbu
Wo Ai Ni, Ich Liebe Dich, Te Quiero, Je T'aime
Pépéndé haté..
Anjeun Pépéndé haté..
09.47
Répéh
Kalayan nyebut asma ALLAH anu Maha Welas Tur Maha Asih...
Muntangkeun Haté mantengkeun akal ka Gusti Anu kagungan abdi-abdi
Nyuhun agung sewu cukup lumur jembar pangampura anu di teda
Nurcahya ....
Sekar ning gilang gumilang.
Gilang gumilang narawangan.
Narawangan alam semar-samaran.
Samar wayang Samar wayang.
Abdi ...
Kaulaning Gusti.
Kersaning Nu Maha Agung.
Bau na lisung.
Batu na satangtung
Molongpong jalan ka gedong.
Molongpong jalan ka gedong.
Muntangkeun Haté mantengkeun akal ka Gusti Anu kagungan abdi-abdi
Nyuhun agung sewu cukup lumur jembar pangampura anu di teda
Nurcahya ....
Sekar ning gilang gumilang.
Gilang gumilang narawangan.
Narawangan alam semar-samaran.
Samar wayang Samar wayang.
Abdi ...
Kaulaning Gusti.
Kersaning Nu Maha Agung.
Bau na lisung.
Batu na satangtung
Molongpong jalan ka gedong.
Molongpong jalan ka gedong.
12.20
QUESTION!!!
Pertanyakan Padaku perihal tentang Tuhan
Tuhanku itu bernama ALLAH
"Siapa ALLAH itu?"
ALLAH itu sebuah Nama
ALLAH Yang MeMiliki Aku, kamu, kita semua
ALLAH Yang MenguSai LamGit Bumi, SemesTa dan seisinya.
"Lalu dimana AdaNya ALLAH??"
JanGan BerTaNya TeNtang Ada dan Tiada!
Sebab Ada dAn tiAda masih KepUnyaan-NYa
ALLAH adalah ALLAH....
kareNA Tak adA Yang Bisa MenbandinGI-Nya SesuatU ApaPun.
Baik yang Ada maupuN Yang tiAda.
"LaLu BagaiMana Kita MeYAkini ALLAH Jika tidak terjamaH PIkiran?"
JaNgan MemiKirKan tentAnG jadi-NYa, taPi PikirKanLAh Apa Yang TElah DIa JadiaKAn.
"Lalu Apa YanG teLAh ALLAH JadikaN?'"
JangaN MeNunjuk Yang Jauh, dan JangaN Mengejar Yang RenGGang,
Tapi TunjUkklah diRi SendIri. KejaRlah aPa Yang ada di Badan.
Dekati dan selami,BukTinYa darI UjUng KepaLa saMpai UjuNg KakI.
Mata dengan PenGlihatannya
TeLinGA dengan PendeNGarannya
Lidah dengan pengecapnya
HidunG denagan Penciumannya
Kulit deNgan raSanya
Badan dengaN GEraknya
Kaki dengan langkaHnya
Tangan dengan KepaLnya
Apa yang Kau Ragu Atas ini...?
Mana Yang Kan KaliaN pUNGkiri..?
"Lalu mengapa ALLAH MEnjadikan Itu semUA?"
Agar senantiasa tunduk Patuh dan Mengabdi KepadaNYa
BersujUd, BersYukur, BerFikir,dan MenJaga aPa yang TElaH di-amanatKAn KepAda MereKA..
Tuhanku itu bernama ALLAH
"Siapa ALLAH itu?"
ALLAH itu sebuah Nama
ALLAH Yang MeMiliki Aku, kamu, kita semua
ALLAH Yang MenguSai LamGit Bumi, SemesTa dan seisinya.
"Lalu dimana AdaNya ALLAH??"
JanGan BerTaNya TeNtang Ada dan Tiada!
Sebab Ada dAn tiAda masih KepUnyaan-NYa
ALLAH adalah ALLAH....
kareNA Tak adA Yang Bisa MenbandinGI-Nya SesuatU ApaPun.
Baik yang Ada maupuN Yang tiAda.
"LaLu BagaiMana Kita MeYAkini ALLAH Jika tidak terjamaH PIkiran?"
JaNgan MemiKirKan tentAnG jadi-NYa, taPi PikirKanLAh Apa Yang TElah DIa JadiaKAn.
"Lalu Apa YanG teLAh ALLAH JadikaN?'"
JangaN MeNunjuk Yang Jauh, dan JangaN Mengejar Yang RenGGang,
Tapi TunjUkklah diRi SendIri. KejaRlah aPa Yang ada di Badan.
Dekati dan selami,BukTinYa darI UjUng KepaLa saMpai UjuNg KakI.
Mata dengan PenGlihatannya
TeLinGA dengan PendeNGarannya
Lidah dengan pengecapnya
HidunG denagan Penciumannya
Kulit deNgan raSanya
Badan dengaN GEraknya
Kaki dengan langkaHnya
Tangan dengan KepaLnya
Apa yang Kau Ragu Atas ini...?
Mana Yang Kan KaliaN pUNGkiri..?
"Lalu mengapa ALLAH MEnjadikan Itu semUA?"
Agar senantiasa tunduk Patuh dan Mengabdi KepadaNYa
BersujUd, BersYukur, BerFikir,dan MenJaga aPa yang TElaH di-amanatKAn KepAda MereKA..
12.13
Here I Am
Here I Am
Here I am in the secret place
So much hurt i hold the emptiness
with no body i feel so lonely
Deep in my heart i reach so hard
Far in my yard i can't find my card
There no one standing for me
just the dark common the fury
Now what am i waiting for?
if there no hope,no strengh no more
So what should i do?
If I can not proof the true
Where is the clue?
Set me out from this blue
Here i am in the faded line
So cruel I can't read the sign
I can't say that i am certainly fine
Coz the truth made me blow and blind
I am now on my self
Coz there no body turn to help
So whatever will be
I knew it just fantasy
I am lost without any friend
just to say i am enough to mend
Take my hand clear through the rain
I am blinking as i can
But the fact is nothing to send
Here i am in the blurry day
So cold, freezing and melt away
Tell me how to get the will
That you were know i was being ill
I do i wanna take those trace
But their ink across my face
Time to time i can't embrace
And tell me why?
I can't reach the sky
I was hesisate to fly
Is there anyway to told?
So this new life i will unfold
Tell me now where is the path?
Lead me, and take me free in sight
Here i am
Again and again..
are You can tell?
11.35
Rancasan II
.....
Rancasan ingin membuat tandingan dari sawarga maniloka, dikarenakan buruk sangka terhadap orang tuanya,yakni Sanghyang Tunggal yang di anggap tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang terhadap anak-anaknya,terutama kepada Manikmaya.
Setelah dia menciptakan alam tandingan dari sawarga maniloka bahkan lebih indah, Manikmaya diutus oleh ayahnya untuk menanyakan perihal penciptaan alam baru tersebut dan bertemu menghadap ayahnya, namun Rancasan enggan memberikan alasannya dan enggan pula bertemu dengan Sang Ayah.Sanghyang Manikmaya disuruh pulang ke Maniloka dan jangan menghiraukannya lagi.
Manikmaya bingung mendengar keputusan Rancasan, disisi lain dia mendapat Titah untuk membawa Rancasan mengahadap kehadapan Sang ayah. mau tidak mau dia harus memaksa Rancasan dengan cara apapun, namun Manikmaya merasa tidak akan menang jika harus perang tanding dengan sang kakak, Dalam perjalanan pulang Sanghyang Manikmaya berfikir bila Sanghyang Rancasan dibiarkan mendirikan kerajaan tersebut, sudah barangtentu akan menjadi saingannya dimasa yang akan datang, jika dirinya menjadi raja di Kahyangan meneruskan tahta ayahandanya.
Untuk menghadapi Sanghyang Rancasan sudah jelas tidak akan sanggup, akhirnya dia menemui dua kakaknya yang lain yaitu Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Antaga. Kepada keduanya Sanghyang Manikmaya mengatakan bahwa Sanghyang Rancasan sudah membuat kerajaan baru yang sangat mirip dengan Kahyangan, dan akan menggangu kedaulatan yang Kahyangan. Awalnya Sanghyang Ismaya kurang sependapat dan ingin menanyakannya langsung kepada Sanghyang Rancasan, hanya saja Sanghyang Manikamay terus-menrus mengatakan bahwa sudah tidak mungkin untuk berdialog lagi dengan Sanghyang Rancasan, apalagi setelah Sanghyang Antaga terpengaruh maksud tersebut diurungkan dan mereka bertiga langsung menuju ke tempat Sanghyang Rancasan.
bersambung....
Rancasan ingin membuat tandingan dari sawarga maniloka, dikarenakan buruk sangka terhadap orang tuanya,yakni Sanghyang Tunggal yang di anggap tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang terhadap anak-anaknya,terutama kepada Manikmaya.
Setelah dia menciptakan alam tandingan dari sawarga maniloka bahkan lebih indah, Manikmaya diutus oleh ayahnya untuk menanyakan perihal penciptaan alam baru tersebut dan bertemu menghadap ayahnya, namun Rancasan enggan memberikan alasannya dan enggan pula bertemu dengan Sang Ayah.Sanghyang Manikmaya disuruh pulang ke Maniloka dan jangan menghiraukannya lagi.
Manikmaya bingung mendengar keputusan Rancasan, disisi lain dia mendapat Titah untuk membawa Rancasan mengahadap kehadapan Sang ayah. mau tidak mau dia harus memaksa Rancasan dengan cara apapun, namun Manikmaya merasa tidak akan menang jika harus perang tanding dengan sang kakak, Dalam perjalanan pulang Sanghyang Manikmaya berfikir bila Sanghyang Rancasan dibiarkan mendirikan kerajaan tersebut, sudah barangtentu akan menjadi saingannya dimasa yang akan datang, jika dirinya menjadi raja di Kahyangan meneruskan tahta ayahandanya.
Untuk menghadapi Sanghyang Rancasan sudah jelas tidak akan sanggup, akhirnya dia menemui dua kakaknya yang lain yaitu Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Antaga. Kepada keduanya Sanghyang Manikmaya mengatakan bahwa Sanghyang Rancasan sudah membuat kerajaan baru yang sangat mirip dengan Kahyangan, dan akan menggangu kedaulatan yang Kahyangan. Awalnya Sanghyang Ismaya kurang sependapat dan ingin menanyakannya langsung kepada Sanghyang Rancasan, hanya saja Sanghyang Manikamay terus-menrus mengatakan bahwa sudah tidak mungkin untuk berdialog lagi dengan Sanghyang Rancasan, apalagi setelah Sanghyang Antaga terpengaruh maksud tersebut diurungkan dan mereka bertiga langsung menuju ke tempat Sanghyang Rancasan.
bersambung....
11.33
Rancasan III
Saat tiba ditempat yang dituju terjadi perang mulut diantara kakak beradik tersebut, dan akhirnya terjadilah perangtanding yang mengakibatkan tempat tersebut rusak berat. Setelah bertarung beberapa lama terlihat kesaktian Sanghyang Rancasan lebih tinggi dari Sanghyang Antaga dan Sanghyang Manikmaya. Kesaktiannya hanya bisa diimbangi oleh Sanghyang Ismaya.Sebenarnya Sanghyang Ismaya tidak ingin mencelakai kakaknya tersebut, hanya ingin melumpuhkannya untuk seterusnya dibawa ke Kahyangan untuk dipinta pertanggungjawaban mengenai kerajaan jajadianya tersebut.Namun Ketika sedang terjadi pertarungan antara Sanghyang Ismaya dengan Sanghyang Rancasan yang ditonton oleh kedua adiknya.Sanghyang Manikmaya tidak sabar dan berbisik kepada Sanghyang Antaga untuk membatu Sanghyang Ismaya.
Saat itu Sanghyang Ismaya sedang menarik tangan kanan Sangyang Rancasan, setelah mendapat bisikan dari Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Antaga melompat dan menyambar tangan kiri Sanghyang Rancasan. Sanghyang Ismaya kaget bukan kepalang melihat hal tersebut, tetapi terlambat Sanghyang Antaga sudah menarik tangan kiri Sanghyang Rancasan dengan sangat kencang. Tarikan yang disertai dengan ilmu yang dimilikinya menyebabkan tubuh Sanghyang Rancasan terbelah menjadi dua, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Sanghyang Rancasan berujar akan selalu memburu Sanghyang Ismaya, Antaga dan Manikmaya kemanapun sampai kapanpun.
-TAMAT-
17.53
ASTAGFIRULLOH
Astagfirulloh...
Hiji Kalimat Anu Sarat Eusi
Astagfirulloh...
Hapunteun Sagala Dosa Abdi
Ngarumasakeun Kasalahan Diri
Luhur Sausap Rambut
Handap Sausap Dampal
Astagfirulloh...
Ucap, Lampah, Tekad, Jeung Kalakuan
Nyanggakeun Sadaya-Daya Kanu Kagungan
Maklum Biwir Teu Diwengku
Letah Teu Tulangan
Diri Sasampireun, Awak Sasampayeun
Jeung Umur Ngan Ukur Umaku
Astagfirulloh...
Baseuhna Letah Menta Kalayan Menti
Mungguh Hirup Ngan Ukur Darma
Salah Jeung Bener Jadi Jeung Aya
Astagfirulloh...
Payusna Lampah Muja Kalayan Muji
Nalika Hurip Ngan Nyamarakeun
Hade Jeung Goreng Ukur Sampereuen
Astagfirulloh..
Ieu Kecapna
Astagfirulloh..
Dina Tekadna
Astagfirulloh...
Astagfirulloh...
Astagfirulloh...
Hiji Kalimat Anu Sarat Eusi
Astagfirulloh...
Hapunteun Sagala Dosa Abdi
Ngarumasakeun Kasalahan Diri
Luhur Sausap Rambut
Handap Sausap Dampal
Astagfirulloh...
Ucap, Lampah, Tekad, Jeung Kalakuan
Nyanggakeun Sadaya-Daya Kanu Kagungan
Maklum Biwir Teu Diwengku
Letah Teu Tulangan
Diri Sasampireun, Awak Sasampayeun
Jeung Umur Ngan Ukur Umaku
Astagfirulloh...
Baseuhna Letah Menta Kalayan Menti
Mungguh Hirup Ngan Ukur Darma
Salah Jeung Bener Jadi Jeung Aya
Astagfirulloh...
Payusna Lampah Muja Kalayan Muji
Nalika Hurip Ngan Nyamarakeun
Hade Jeung Goreng Ukur Sampereuen
Astagfirulloh..
Ieu Kecapna
Astagfirulloh..
Dina Tekadna
Astagfirulloh...
Astagfirulloh...
Astagfirulloh...
10.33
Sajak Sunda "Kampung VS Kota"
Post by Sammy
Pasosoré
Cahya layung eunteup dina daun paré
Rentang-rentang lima rumaja bangun lungsé
Turun ti Gunung Kanyéré
Awakna mandi késang
Anjog ka buruan
Ditanya timana asalna
Cenah mah urang kota
Ngahaja ngadon kémping
Geus ngampleng lima peuting
Uran kampung soméah
Akuan hadé ka sémah
Éta rumaja pada ngarawatan
Disuguhan rupaning kadaharan
Isukna, basa rek balik
Pada mekelan keur ongkos mulang
Tabuh lima soré di Jalan Arjuna
Urang lembur, Jaé jeung Iwan kokotéténgan
Neangan alamat dulurna
Taya nu ngabéjaan
Taya nu ngarawatan
Kapeutingan
Manéhna ngagolér dina trotoar
Bari beuteung kukurubukan.
Pasosoré
Cahya layung eunteup dina daun paré
Rentang-rentang lima rumaja bangun lungsé
Turun ti Gunung Kanyéré
Awakna mandi késang
Anjog ka buruan
Ditanya timana asalna
Cenah mah urang kota
Ngahaja ngadon kémping
Geus ngampleng lima peuting
Uran kampung soméah
Akuan hadé ka sémah
Éta rumaja pada ngarawatan
Disuguhan rupaning kadaharan
Isukna, basa rek balik
Pada mekelan keur ongkos mulang
Tabuh lima soré di Jalan Arjuna
Urang lembur, Jaé jeung Iwan kokotéténgan
Neangan alamat dulurna
Taya nu ngabéjaan
Taya nu ngarawatan
Kapeutingan
Manéhna ngagolér dina trotoar
Bari beuteung kukurubukan.
14.37
Puisi "TUHAN"
Tuhan..
Untuk beberapa masa izinkan aku menyapa
Meski sebentar beberapa menit saja
Dalam permohonan diatas Do'a do'a
Seakan aku melihat-Mu
Paling tidak engkau melihatku
Tuhan..
Untuk bebrapa waktu izinkan aku mengingat-mu
Meski sekejap beberapa detik lalu
Agungkan nama-Mu
Dekatkan diri-Mu dalam dekapanku
TUhan..
Untuk beebrapa masa
Lepasakan penat yang ada
Atas kelehan yang menyesak dada
Setelah beebrapa jam kuras tenaga
Sehingga kasih-Mu hangat kudapat
Kupetik ilham kupetik isyarat
Tuhan..
Untuk beberapa waktu
Bebasakanlah hampa di kalbu
Biarkan kuterbang dan berjalan
Menggapai-MU di alam tak sadar
Sehingga kilau-Mu bening kurapal
Sebagai arahan
Tuhan..
untukku ..
mohon hadirkan...
Bagikan
11.28
Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La
Adapun makna yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Ha, Hurip = hidup (huruf pertama merupakan huruf hidup)
Na, Legeno = telanjang bulat tidak membawa apa-apa
Ca, Cipta = pemikiran, ide ataupun kreatifitas
Ra, Rasa = perasaan, qalbu, suara hati atau hati nurani
Ka, Karya = bekerja atau pekerjaan.
- Ha-Na-Ca-Ra-Ka, bahwa saat pertama kali manusia itu dilahirkan kedunia ini, kita semua dalam keadaan telanjang bulat dan tidak membawa apa. Oleh karena itu, bekerjalah dengan mengerahkan segenap pikiran, ide ataupun kreatifitas dan perasaaan yang kita miliki.
- Masyarakat Jawa sangat percaya bahwa “rasa” ataupun suara hati nurani ataupun suara qolbu adalah merupakan suara ataupun petunjuk yang datang dari Tuhan YME. Karena itu rasa tidak pernah salah, dan karena itu pula segala pengambilan keputusan ataupun segala tindakan harus berdasar “rasa”.
- Bila menghadapi suatu masalah, masyarakat Jawa akan menggunakan pikiran, ide ataupun kreatifitas dan emosinya terlebih dahulu, dan kemudian ditanyakan kepada “rasa”, apakah bertentangan atau tidak. Bila tidak, maka hasil pemikiran tersebut akan dilaksanakan dan bila bertentangan akan ditolak. Pola semacam ini juga bisa dikatakan sebagai proses perencanaan, evaluasi dan pelaksanaan dalam pengambilan keputusan
4. Dari sisi lain, konsep Ha-Na-Ca-Ra-Ka juga mangajarkan agar manusia itu bekerja dengan cerdas (cipta), bekerja dengan ikhlas (Rasa) dan bekerja dengan sekuat tenaga (Karya)
Da, Dodo = dada
Ta, Toto = atur
Sa, Saka = Tiang belandar, tiang penyangga
Wa, Weruh = Melihat (huruf ini tidak konsisten dengan singkatan)
La, lakuning Urip = Makna kehidupan.
14.57
Rancasan I
Rancasan adalah putra pertama Sang Hyang Tunggal yang terbunuh oleh saudaranya sendiri yaitu Sang Hyang Ismaya (Semar) dan Sang Hyang Antaga (togog).
dikarenakan ke khawatiran Sang Hyang Manikmaya (Batara Guru) dimana Rancasan membuat alam perantara antara Sawarga Maniloka yang bertempat diantara maracapada dan sawarga>
tempat ini lebih indah dibandingkan dengan Sawarga maniloka....
bersambung......
dikarenakan ke khawatiran Sang Hyang Manikmaya (Batara Guru) dimana Rancasan membuat alam perantara antara Sawarga Maniloka yang bertempat diantara maracapada dan sawarga>
tempat ini lebih indah dibandingkan dengan Sawarga maniloka....
bersambung......
Langganan:
Komentar (Atom)








